Senin, 28 September 2020

Essay Mental Health

 Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi


    Sehat sering kali dipersepsikan dari segi fisik saja. Padahal sehat juga berarti tentang kesehatan jiwa. Kesehatan mental merupakan salah satu unsur kesehatan manusia yang hingga saat ini masih kurang diperhatikan oleh masyarakat Indonesia. Banyak yang mengira jika fisik sudah baik, maka orang tersebut bisa dikatakan sehat secara keseluruhan. Padahal, kesehatan mental juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Satu pandangan yang cukup berbahaya dan dangkal terhadap problematika kesehatan mental adalah menganggap isu tersebut sebagai gangguan yang bersifat sekunder. Artinya, sering sekali melihat permasalahan tersebut sebagai permasalahan yang tidak penting. Hal ini terutama dikarenakan oleh sifat gangguan mental yang lebih mudah disembunyikan dan tidak selalu tampak jelas dari luar atau dampaknya yang tidak terlalu terasa secara langsung.

Akan tetapi, jangan salah paham. Gangguan mental memiliki kategori dan spektrum yang luas, artinya banyak sekali jenis dan tingkatannya. Berbeda kelompok, berbeda situasi, dan berbeda status sosio-ekonomi, berbeda pula kerentanan terhadapnya. Kali ini,kita akan memfokuskan pembahasan pada cara menjaga kesehatan mental di masa pandemi. Pandemi tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga dapat memengaruhi kondisi mental setiap orang. Terlebih lagi saat ini masyarakat dihadapkan pada aturan new normal yang mendorong masyarakat untuk beradaptasi cepat dengan kebiasaan baru. Kondisi tersebut diperparah dengan dampak sosial ekonomi yakni potensi terkena PHK yang membuat masyarakat risau masalah finansial, pekerjaan, dan masa depan seusai pandemi berakhir. Jika tidak segera ditangani, masyarakat dapat mengalami gangguan kesehatan mental atau penyakit mental. Beberapa kelompok yang rentan mengalami stres psikologis selama pandemi virus Corona adalah anak-anak, lansia, dan petugas medis.

Sebelum itu, wajib diketahui tanda-tanda gangguan di dalam diri anda maupun orang lain agar bisa mendapat pertolongan yang tepat. Berikut beberapa tanda seseorang mengalami gangguan mental pada saat pandemi adalah perubahan pola tidur, gangguan pola makan, sulit berkonsentrasi, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, timbulnya rasa bosan dan stres, memburuknya kesehatan fisik, rasa takut berlebihan akan keselamatan diri sendiri dan orang lain, dan muncul gangguan psikosomatik.

Selanjutnya kita akan membahas bagaimana menjaga kesehatan mental secara singkat. Jika Anda maupun orang terdekat merasakan tanda-tanda di atas, segera lakukan beberapa langkah untuk menanganinya, antaranya adalah lakukan aktivitas fisik seperti olahraga secara teratur, tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, jauhi kebiasaan buruk, manjakan diri, bijak dalam menerima informasi, menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat, disiplikan diri, dan bahagiakan hati dengan membantu orang lain.

Kadang rasa cemas dapat menjadi sangat berlebihan, sehingga metode-metode di atas kurang cocok untuk menghadapinya. Jika mengalami stres berat dan merasa tidak mampu mengatasinya, kamu mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter jiwa (psikiater), psikolog, psikoterapis, atau profesional kesehatan lainnya. Yuk tetap berpikir positif dan bersyukur dalam menghadapi situasi ini. Semoga masa pandemi segera berakhir dan kegiatan dapat berlangsung seperti sedia kala.